
Hujan tak kunjung berhenti. Angin berhembus kencang membuat suhu ruangan menjadi semakin dingin. Suasana menjadi tak dapat dicapai dengan nalar. Ini bukanlah masalah medis lagi. Melainkan ini adalah masalah yang tak dapat di atasi oleh orang biasa.
“Den Abraham, sepertinya ini bukan masalah yang dapat diatasi oleh dokter neng Ais” ucap Mbok Siti dengan cemas.
“Lalu bagaimana ini mbok, cara mennyelesaikannya?” Tanyaku dengan panik akibat suasana yang semakin memburuk.
Tiba-tiba sebuah tepukan mendarat di bahu ku dari arah belakang. Aku perlahan menengok kebelakang dan aku sempat terkejut. Ternyata Lian yang menepuk bahumu.
“Aku sepertinya tau siapa yang bisa diandalkan” Celetuk nya. Lian yang sedari tadi hanya berdiri di belakang Dokter adikku beranjak dari tempatnya dan mengeluarkan telepon genggamnya lalu ia menelepon seseorang. Tak lama setelah itu.
“Tunggu saja, aku sudah memanggil orang yang tepat” ucapnya dengan serius.
“Jangan ganggu keluargaku!!! Tolong!!!”
Teriak ku adikku dengan ekspresi wajah marah dan mata yang melotot. Kulihat seluruh matanya menghitam persis seperti sosok wanita menyeramkan yang sering kutemui.
“Astaghfirullah” ucap semua orang yang ada didalam ruangan kulihat mbok Siti sampai menangis. begitu pula dengan yang lain. Berbeda dengan dokter adikku. Ekspresinya mulai serius.
Lalu dokter itu memerintahkan salah satu orang yang ada disana untuk mengambil tali. Tak lama orang suruhannya kembali datang dengan membawa segulung tali tambang. Diserahkannya tali tersebut kepada dokter dan dokter pun mulai mencengkram adik ku.
“Apa yang akan kau lakukan pada anakku!!!” Ucap adikku dengan nada tinggi.
Dokter tak menghiraukan ucapan adik ku dan terus mencoba untuk menahan adikku.
“Apa yang akan kamu lakukan pada neng Ais?” Tanya mbok Siti kepada si dokter dengan rasa cemas.
“Aku akan mengikatnya!” Jawab si dokter.
Mendengar ucapannya terus saja membuat kesal. Siapa yang tak tega melihat anak kecil diikat dengan tambang. Karena kesal aku mencoba uktuk menghentikan. Tetapi tiba-tiba.
“Berhenti!!!” Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di ambang pintu. Aku terhenti dan melirik siapa yang datang.
Sungguh terkejut melihat siapa yang datang. Berbadan besar dan dengan paras seperti orang timur. Siapa lagi jika bukan si pria misterius yang selalu memantau rumahku.
“Kenapa dia ada disini?”
[…] Cerita selanjutnya.. […]
SukaSuka
[…] Cerita sebelumnya… […]
SukaSuka